Tak hanya berhenti di situ, di saat pagi hari datang mual dan muntah adalah jamuan yang tak bisa terpisahkan dalam aktivitas pagi setelah bangun tidur, apalagi kalau sudah mencium bau badan pasangan, atau bau bawang putih saat dibuka, hmmm perut rasanya mual dan muntah, tanpa aba-aba sudah keluar sendiri, bahkan bau makanan yang menyengat bikin kepala pusing dan nafsu makan sangat sulit. Karena perut kosong tidak ada makanan dan minuman yang masuk, alhasil tubuhku berontak dan dehidrasi melanda, suntik vitamin adalah kuncinya. Tempelan putih bersolatip plester coklat menutupi bekas suntikan vitamin di lengan. Lebih parah lagi semasa remaja dulu, maagh adalah teman sejatiku, dan ternyata ini menjadi dilema kembali sampai menjelang usia 28 minggu, di saat makan makanan yang tidak bisa diterima oleh perut pasti keluar walaupun itu makanan yang sangat diinginkan saat mengandung.
Namun, perjuangan nyata belum dimulai. Saat kehamilan menginjak 29 minggu setiap malam kipas angin tak terasa, tubuh terasa panas, minum air putih terasa kurang mempan karena setiap malam keringat pasti membasahi daster itu. Ditambah lagi posisi tidur yang kurang nyaman, punggung rasanya ingin di gosok pelan saat ingin tidur, kaki terasa pegal maklum posisi perut lebih tinggi dari anggota badan yang lain, miring terasa tidak enak, terlentang capek terkadang ingin mencoba tidur tengkurap. Tapi ya tetap tidak bisa, gosokan pelan di punggung dan pijatan kecil di kaki itu sebagai juru pungkasnya agar tetap bisa tidur.
Sebentar lagi masa perjuangan di mulai, ya di usia kandungan 34 minggu kamar mandi adalah tempat yang akan sering di datangi setiap hari, di sini kehidupan wanita akan segera di mulai terkadang tiba-tiba muncul keram, mulas palsu, ditambah gerak si kecil dalam perut semakin intens entah sedang berputar atau sedang latihan sepak bola di dalam, itulah kenyataannya. Pas usia mendekati hari perkiraan lahir, nyeri punggung semakin menjadi, semakin intens dan perut juga sudah tidak bisa diajak kompromi, nah di situlah perjuangan awal seorang wanita yang sebentar lagi bergelar bunda akan dimulai.
Setelah masa masa transisi proses bayi akan segera keluar, mood mulai terasa, rasa sakit di punggung seperti mau patah itu punggung dari pembukaan pertama sampai pembukaan sempurna kelihatan kepala bayi muncul, masyaAllah jangan di tanya betapa sakitnya yang jelas sakit banget seperti orang mau buang air besar tapi sakit belum mau keluar keluar, namun saat pembukaan lengkap dan bayi sudah keluar rasa jahitan pada jalan lahir saat ditusuk benang dan jarum jahit tidak terasa sakitnya saat melihat buah hati muncul di hadapan kita.
Eits, jangan terlalu berbahagia dulu, perjuangan sebenarnya di mulai saat bayi mulai mengajak bergadang pada malam hari, rasanya badan mulai capek, mood swing wanita yang begelar bunda tersebut mulai kehilangan jati dirinya, karena bunda tersebut merelakan tidak terlelap tidur, demi menjaga bayinya agar menyusu dan tidak kehausan, ritme itu berjalan sampai usia 2 tahun, karena perintah menyusui bayi adalah sampai usia 2 tahun. Perut buncit, badan mulai tidak terawat, bahkan daster yang dipakai sampai lusuh. Apalagi kebetulan memiliki bayi laki-laki yang durasi menyusunya lebih banyak ketimbang bayi perempuan. Huhu itu nikmat sekali lagi.
Begitu banyak pengorbanan yang dilakukan oleh seorang ibu demi buah hatinya, masa-masa itu adalah masa yang paling diingat seorang ibu. Tak hanya itu, masa terberat sebenarnya adalah saat menjaga bayi sendirian di saat bayi tersebut panas, sakit. Otak terperas dua kali bahkan terkadang menangis sendiri apalagi saat itu harus LDR-an dengan pasangan, karena pasangan mencari nafkah di luar kota. Namun bersyukurnya, saat itu masih ditemani ibu dan saudara perempuanku, jadi paling tidak ada figur yang menjadi tempat semangat kembali menjaga dan merawat buah hati. Ada senang ada sedih begitulah yang dirasakan saat tiba-tiba menjadi wanita yang bergelar bunda, walaupun dulu sibuk mengejar prestasi akademik dan karir di masa muda, apapun itu wanita setelah menikah akan mengorbankan itu semua demi buah hati tercinta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar