Minggu, 10 Mei 2026

The Supermom "Multitasking"

     "Pernah nggak kita terfikir bahwa ijazah kita sebenarnya nggak cuma satu? Begitu jadi ibu dari anak laki-laki, tiba-tiba gelar kita bertambah secara ajaib setiap detik, jam, bahkan minggu".
ketika anak laki-laki minta ke kita untuk bermain mobil-mobilan, artinya posisi yang diinginkan dalam detik itu adalah menjadi partner sekaligus mrnjadi insinyur teknik sipil yang harus memastikan tata kota lintasan balap di ruang tamu aman dari gangguan 'kucing liar' sebut saja selo dan seli, kucing yang biasanya sering main di rumah kami. Nggak cuman itu Mengelompokkan jenis mobil dan fungsinya, tanpa meninggalkan sirine ajaib dari mulut suara masing-masing mobil saat berlintas di jalan raya. Ada yang terfikir gak, betapa hebohnya saat di ruang tamu dijadikan tata kota lintasan jenis-jenis kendaraan yang melewati jalan raya. Seketika apa yang terlintas di fikiran kita sebagai ibu adalah menghafalkan jenis dan macam kendaraan, tak lupa membuat kata-kata lucu agar permainan menjadi semakin menarik dan tidak membosankan. 
 Lima menit kemudian, saya beralih profesi jadi Sales Marketing dealer ternama yang harus meyakinkan anak saya kalau mobil truk plastik ini punya fitur 'anti-gravitasi' tercanggih. Memiliki ban mobil yang sangat kuat dan mampu membawa muatan super. Mengajaknya mengelilingi lintasan mobil di rekayasa lintasan jalan raya buatan di ruang tamu, kemudian membuat reka adegan mobil truk tabrakan dengan kereta api, dan nggak sampai itu saja, ketika anak laki-laki minta dibuatkan insiden tabrakan itu, detik itu juga langsung menjadi tim casting super dengan merekayasa kendaraan seperti bus tabrakan dengan sepeda motor, kereta api tabrakan dengan truk, dan pejalan kaki diseruduk bus, endingnya nggak hanya itu sejam kemudian harus cosplay menjadi dokter bedah penolong UGD dengan keahlian setingkat profesor, menjadi reporter dari berbagai media, dan tak lupa menjadi bengkel super untuk membetulkan rangkaian truk yang copot ban dan gerbong kereta yang terguling dan copot rangkaian kereta.  Selesai insiden pertolongan dari tabrakan? Saya langsung berubah peran lagi menjadi sales marketing VIP yang nggak hanya menawarkan mobil kendaraan kepada calon pembeli tetapi juga mengajaknya berputar-putar mengendarai kendaraan yang diinginkan. Setelah beraktivitas panjang, tibalah saatnya menjadi ibu peri untuk memberikan dongeng terbaik agar anak laki-laki kita beristirahat siang dengan nyaman. Nah kebayang kan, itu hanya beberapa jam, kalau sehari 24 jam sudah pasti dipastikan kan ya, menjadi ibu akan memunculkan berpuluhan skill yang otodidak tanpa sekolah. Nah, siapa bilang jadi ibu itu cuma urusan domestik? Kita ini multitalent yang lahir tanpa pelatihan, tapi siap sedia demi kebahagiaan si kecil." Ini sedikit pengalamanku, kalau kalian sebagai ibu, gelar apa lagi yang kamu punya? 

Sabtu, 09 Mei 2026

Hamil dan Melahirkan adalah kodrat wanita, namun menjadi ibu adalah sesuatu yang luar biasa

     Seiring berjalannya waktu, ternyata menjadi wanita setelah bergelar menjadi ibu itu tidak gampang alias penuh kedebag-kedebug. Wanita yang dulu di masa remaja mengejar prestasi dan karir demi membahagiakan orang tua, harus rela terjun dan menerima kenyataan bahwa usianya tak lagi muda bukan remaja bukan pula keanakan. Setelah menikah dan hamil panggilan yang kerap mengisi telinga adalah bunda, maklum karena tinggal di kota. Di saat garis dua muncul pada alat tespack, maka tempat yang harus pertama dikunjungi adalah lima kata yaitu bidan. Di sana pertanyaan pertama yang akan di tanyakan adalah nama, kapan hari terakhir haid dan akan diinformasikan tentang hari perkiraan lahir. Tak hanya itu, setelah itu sebelum pulang akan diberikan buku pusaka warna pink untuk periksa bulanan juga tablet asam folat yang harus dihabiskan demi kesehatan dan pembentukan keanggotaan tubuh janin. Bagiku ini antara senang dan dilema, senang karena ada detak jantung makhluk kecil dalam perutku tetapi tak ayal juga dilema yang menyergap dalam jiwa kecilku, yaitu minum obat. Karena minum obat bagiku adalah sesuatu yang tak mudah, membayangkannya saja yang terlintas adalah ukuran tablet dan rasa pahit, apalagi kesulitan menelan obat dengan menggunakan air putih adalah hal yang paling tidak ada dilist daftar keinginanku. 
     Tak hanya berhenti di situ, di saat pagi hari datang mual dan muntah adalah jamuan yang tak bisa terpisahkan dalam aktivitas pagi setelah bangun tidur, apalagi kalau sudah mencium bau badan pasangan, atau bau bawang putih saat dibuka, hmmm perut rasanya mual dan muntah, tanpa aba-aba sudah keluar sendiri, bahkan bau makanan yang menyengat bikin kepala pusing dan nafsu makan sangat sulit. Karena perut kosong tidak ada makanan dan minuman yang masuk, alhasil tubuhku berontak dan dehidrasi melanda, suntik vitamin adalah kuncinya. Tempelan putih bersolatip plester coklat menutupi bekas suntikan vitamin di lengan. Lebih parah lagi semasa remaja dulu, maagh adalah teman sejatiku, dan ternyata ini menjadi dilema kembali sampai menjelang usia 28 minggu, di saat makan makanan yang tidak bisa diterima oleh perut pasti keluar walaupun itu makanan yang sangat diinginkan saat mengandung. 
    Namun, perjuangan nyata belum dimulai. Saat kehamilan menginjak 29 minggu setiap malam kipas angin tak terasa, tubuh terasa panas, minum air putih terasa kurang mempan karena setiap malam keringat pasti membasahi daster itu. Ditambah lagi posisi tidur yang kurang nyaman, punggung rasanya ingin di gosok pelan saat ingin tidur, kaki terasa pegal maklum posisi perut lebih tinggi dari anggota badan yang lain, miring terasa tidak enak, terlentang capek terkadang ingin mencoba tidur tengkurap. Tapi ya tetap tidak bisa, gosokan pelan di punggung dan pijatan kecil di kaki itu sebagai juru pungkasnya agar tetap bisa tidur. 
     Sebentar lagi masa perjuangan di mulai, ya di usia kandungan 34 minggu kamar mandi adalah tempat yang akan sering di datangi setiap hari, di sini kehidupan wanita akan segera di mulai terkadang tiba-tiba muncul keram, mulas palsu, ditambah gerak si kecil dalam perut semakin intens entah sedang berputar atau sedang latihan sepak bola di dalam, itulah kenyataannya. Pas usia mendekati hari perkiraan lahir, nyeri punggung semakin menjadi, semakin intens dan perut juga sudah tidak bisa diajak kompromi, nah di situlah perjuangan awal seorang wanita yang sebentar lagi bergelar bunda akan dimulai. 
      Setelah masa masa transisi proses bayi akan segera keluar, mood mulai terasa, rasa sakit di punggung seperti mau patah itu punggung dari pembukaan pertama sampai pembukaan sempurna kelihatan kepala bayi muncul, masyaAllah jangan di tanya betapa sakitnya yang jelas sakit banget seperti orang mau buang air besar tapi sakit belum mau keluar keluar, namun saat pembukaan lengkap dan bayi sudah keluar rasa jahitan pada jalan lahir saat ditusuk benang dan jarum jahit tidak terasa sakitnya saat melihat buah hati muncul di hadapan kita.
      Eits, jangan terlalu berbahagia dulu, perjuangan sebenarnya di mulai saat bayi mulai mengajak bergadang pada malam hari, rasanya badan mulai capek, mood swing wanita yang begelar bunda tersebut mulai kehilangan jati dirinya, karena bunda tersebut merelakan tidak terlelap tidur, demi menjaga bayinya agar menyusu dan tidak kehausan, ritme itu berjalan sampai usia 2 tahun, karena perintah menyusui bayi adalah sampai usia 2 tahun. Perut buncit, badan mulai tidak terawat, bahkan daster yang dipakai sampai lusuh. Apalagi kebetulan memiliki bayi laki-laki yang durasi menyusunya lebih banyak ketimbang bayi perempuan. Huhu itu nikmat sekali lagi. 
  Begitu banyak pengorbanan yang dilakukan oleh seorang ibu demi buah hatinya, masa-masa itu adalah masa yang paling diingat seorang ibu. Tak hanya itu, masa terberat sebenarnya adalah saat menjaga bayi sendirian di saat bayi tersebut panas, sakit. Otak terperas dua kali bahkan terkadang menangis sendiri apalagi saat itu harus LDR-an dengan pasangan, karena pasangan mencari nafkah di luar kota. Namun bersyukurnya, saat itu masih ditemani ibu dan saudara perempuanku, jadi paling tidak ada figur yang menjadi tempat semangat kembali menjaga dan merawat buah hati. Ada senang ada sedih begitulah yang dirasakan saat tiba-tiba menjadi wanita yang bergelar bunda, walaupun dulu sibuk mengejar prestasi akademik dan karir di masa muda, apapun itu wanita setelah menikah akan mengorbankan itu semua demi buah hati tercinta.