"Pernah nggak kita terfikir bahwa ijazah kita sebenarnya nggak cuma satu? Begitu jadi ibu dari anak laki-laki, tiba-tiba gelar kita bertambah secara ajaib setiap detik, jam, bahkan minggu".
ketika anak laki-laki minta ke kita untuk bermain mobil-mobilan, artinya posisi yang diinginkan dalam detik itu adalah menjadi partner sekaligus mrnjadi insinyur teknik sipil yang harus memastikan tata kota lintasan balap di ruang tamu aman dari gangguan 'kucing liar' sebut saja selo dan seli, kucing yang biasanya sering main di rumah kami. Nggak cuman itu Mengelompokkan jenis mobil dan fungsinya, tanpa meninggalkan sirine ajaib dari mulut suara masing-masing mobil saat berlintas di jalan raya. Ada yang terfikir gak, betapa hebohnya saat di ruang tamu dijadikan tata kota lintasan jenis-jenis kendaraan yang melewati jalan raya. Seketika apa yang terlintas di fikiran kita sebagai ibu adalah menghafalkan jenis dan macam kendaraan, tak lupa membuat kata-kata lucu agar permainan menjadi semakin menarik dan tidak membosankan.
Lima menit kemudian, saya beralih profesi jadi Sales Marketing dealer ternama yang harus meyakinkan anak saya kalau mobil truk plastik ini punya fitur 'anti-gravitasi' tercanggih. Memiliki ban mobil yang sangat kuat dan mampu membawa muatan super. Mengajaknya mengelilingi lintasan mobil di rekayasa lintasan jalan raya buatan di ruang tamu, kemudian membuat reka adegan mobil truk tabrakan dengan kereta api, dan nggak sampai itu saja, ketika anak laki-laki minta dibuatkan insiden tabrakan itu, detik itu juga langsung menjadi tim casting super dengan merekayasa kendaraan seperti bus tabrakan dengan sepeda motor, kereta api tabrakan dengan truk, dan pejalan kaki diseruduk bus, endingnya nggak hanya itu sejam kemudian harus cosplay menjadi dokter bedah penolong UGD dengan keahlian setingkat profesor, menjadi reporter dari berbagai media, dan tak lupa menjadi bengkel super untuk membetulkan rangkaian truk yang copot ban dan gerbong kereta yang terguling dan copot rangkaian kereta. Selesai insiden pertolongan dari tabrakan? Saya langsung berubah peran lagi menjadi sales marketing VIP yang nggak hanya menawarkan mobil kendaraan kepada calon pembeli tetapi juga mengajaknya berputar-putar mengendarai kendaraan yang diinginkan. Setelah beraktivitas panjang, tibalah saatnya menjadi ibu peri untuk memberikan dongeng terbaik agar anak laki-laki kita beristirahat siang dengan nyaman. Nah kebayang kan, itu hanya beberapa jam, kalau sehari 24 jam sudah pasti dipastikan kan ya, menjadi ibu akan memunculkan berpuluhan skill yang otodidak tanpa sekolah. Nah, siapa bilang jadi ibu itu cuma urusan domestik? Kita ini multitalent yang lahir tanpa pelatihan, tapi siap sedia demi kebahagiaan si kecil." Ini sedikit pengalamanku, kalau kalian sebagai ibu, gelar apa lagi yang kamu punya?